Memasuki minggu ke-13 kegiatan pembelajaran praktik di SMK Negeri 2 Purbalingga, para siswa melanjutkan proyek pembuatan aplikasi berbasis Laravel Filament. Setelah sebelumnya seluruh siswa mengerjakan proyek bersama-sama dengan panduan , pada minggu ini mereka mulai menerapkan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) untuk membuat proyek dengan tema bebas sesuai ide masing-masing.
Konsep Amati, Tiru, Modifikasi diterapkan agar siswa dapat belajar tidak hanya dengan meniru, tetapi juga memahami dan berinovasi. Dalam kegiatan ini, siswa diarahkan untuk mengamati kembali proyek Laravel Filament yang telah dibuat bersama, kemudian meniru struktur dan alur kerjanya, dan selanjutnya memodifikasi menjadi karya pribadi dengan tambahan fitur atau tampilan baru.
Pada tahap “Amati”, siswa kembali meninjau kode dan struktur proyek Laravel Filament yang telah diselesaikan secara berkelompok. Mereka mempelajari bagian-bagian penting seperti migrasi database, model, relasi antar tabel, komponen form dan tabel Filament, serta bagaimana sistem tersebut dapat dijalankan dengan baik.
Tahap berikutnya adalah “Tiru”, di mana siswa mulai membuat proyek Laravel Filament mereka sendiri berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya. Mereka mencoba meniru alur pembuatan resource, pembuatan relasi antar tabel, serta mengatur tampilan dashboard agar fungsional. Dalam tahap ini, siswa juga belajar menulis kode dengan lebih rapi, memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi, dan memahami bagaimana framework Laravel bekerja secara menyeluruh.
Setelah berhasil meniru proyek dasar, siswa masuk ke tahap terakhir yaitu “Modifikasi”. Pada tahap inilah kreativitas siswa benar-benar diuji. Mereka diberikan kebebasan penuh untuk memilih tema proyek yang berbeda-beda, seperti sistem adopsi hewan, manajemen toko, aplikasi kehadiran, sistem data siswa, hingga catatan rekam medis hewan. Dengan memanfaatkan komponen dan fitur dari Laravel Filament, siswa melakukan modifikasi tampilan, menambahkan fitur tambahan, mengatur relasi baru, bahkan mencoba menyesuaikan desain agar lebih menarik dan responsif.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar tidak hanya tentang cara membuat aplikasi, tetapi juga tentang bagaimana memahami logika di balik kode yang ditulis. Konsep Amati, Tiru, Modifikasi terbukti sangat membantu karena memberikan alur belajar yang bertahap: mulai dari melihat contoh nyata, mencoba sendiri, hingga memodifikasi dan berkreasi.
Pada akhir kegiatan, masing-masing siswa mempresentasikan hasil proyeknya di depan teman-teman dan guru pembimbing. Momen ini menjadi ajang berbagi pengalaman, ide, dan inspirasi antar siswa. Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, siswa SMK Negeri 2 Purbalingga dapat terus berkembang menjadi generasi yang kreatif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia industri teknologi.







Leave a Reply