Analisis Studi Kasus: Audit Infrastruktur Jaringan Lokal (LAN)

Analisis Studi Kasus: Audit Infrastruktur Jaringan Lokal (LAN)

Kegiatan PKL SMK Tamansiswa di Griyasoft Banjarnegara dalam minggu ke-9 adalah Analisis studi kasus Audit Infrastruktur Jaringan Lokal (LAN).

1. Pendahuluan

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu program pembelajaran bagi siswa SMK untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung di dunia industri. Melalui kegiatan PKL, siswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di sekolah ke dalam situasi kerja nyata.

Selama melaksanakan PKL di Griya Soft, penulis mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan audit dan analisis infrastruktur jaringan lokal (LAN). Kegiatan ini bertujuan untuk memahami struktur jaringan, konfigurasi IP, serta mengidentifikasi potensi permasalahan yang ada pada sistem jaringan kantor.

 

2. Kegiatan yang Dilakukan

Selama kegiatan PKL, beberapa aktivitas yang dilakukan antara lain:

1. Observasi perangkat jaringan yang digunakan di kantor

2. Mengidentifikasi topologi jaringan

3. Melakukan pengecekan konfigurasi IP menggunakan perintah ipconfig /all

4. Mendokumentasikan struktur jaringan

5. Menganalisis kondisi fisik instalasi jaringan

6. Memberikan rekomendasi perbaikan jaringan

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami sistem jaringan secara fisik maupun logis.

 

3. Hasil Logical Discovery

Berdasarkan hasil pengecekan konfigurasi jaringan, diperoleh data sebagai berikut:

IPv4 Address : 192.168.2.10

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Gateway : 192.168.2.1

DHCP Server : 192.168.2.1

DNS Server : 192.168.2.1

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat client menggunakan sistem DHCP (Dynamic IP). DHCP Server, Gateway, dan DNS berada pada router utama dengan alamat IP 192.168.2.1.

Jaringan menggunakan segmen 192.168.2.0/24 yang menunjukkan sistem pengalamatan jaringan sudah terstruktur dengan baik dan terpusat pada satu router.

 

4. Struktur dan Topologi Jaringan

Struktur jaringan di Griya Soft menggunakan topologi Star bertingkat (Extended Star).

Susunan jaringan sebagai berikut:

Internet → Router (192.168.2.1) → Switch Core → Switch Distribusi →
PC (7 unit), Server, dan Access Point → Laptop (12 unit)

Router berfungsi sebagai pusat koneksi internet sekaligus DHCP Server. Switch digunakan untuk mendistribusikan jaringan ke perangkat client, sedangkan access point menyediakan koneksi WiFi.

 

5. Analisis Kondisi Jaringan

Berdasarkan observasi langsung, ditemukan beberapa kondisi sebagai berikut:

a. Manajemen Kabel

Kabel jaringan terlihat kurang tertata rapi (kabel spageti). Hal ini berisiko menyebabkan:

Hambatan sirkulasi udara pada perangkat

Overheating pada router dan switch

Kesulitan saat troubleshooting

Potensi kerusakan port RJ45

b. Keamanan Jaringan

Pada perangkat modem/router ditemukan label yang masih menampilkan username dan password bawaan pabrik. Jika belum diganti, hal ini dapat menimbulkan risiko keamanan seperti:

Akses ilegal ke jaringan

Perubahan konfigurasi tanpa izin

Potensi pencurian data

 

6. Rekomendasi Perbaikan

Berdasarkan hasil analisis, beberapa saran yang dapat diberikan antara lain:

1. Merapikan manajemen kabel dengan menggunakan cable management atau rack kecil.

2. Memindahkan perangkat ke lokasi yang lebih terbuka agar sirkulasi udara lebih baik.

3. Mengganti password admin dan WiFi bawaan pabrik.

4. Melakukan update firmware pada router secara berkala.

5. Menambahkan sistem monitoring jaringan untuk mendeteksi gangguan lebih cepat.

 

7. Kesimpulan

Kegiatan PKL di Griya Soft memberikan pengalaman nyata dalam melakukan audit dan analisis jaringan komputer. Berdasarkan hasil pengecekan, sistem jaringan sudah menggunakan DHCP yang terpusat pada router utama dengan segmen 192.168.2.0/24.

Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama pada manajemen kabel dan keamanan akses jaringan. Dengan melakukan perbaikan tersebut, diharapkan jaringan dapat menjadi lebih stabil, aman, dan mudah dalam pemeliharaan.

Melalui kegiatan ini, penulis memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai infrastruktur jaringan serta pentingnya dokumentasi dan pengelolaan sistem jaringan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *